Artikel tentang geografi tanah part 1
JENIS-JENIS TANAH
Tanah adalah lapisan yang menyeliputi
bumi antara litosfer (batuan yang membentuk kerak bumi) and atmosfer.
Tanah adalah tempat tumbuhnya tanaman dan mendukung hewan dan manusia.
Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan tanaman dan
organisme, membentuk tubuh unik yang menyelaputi lapisan batuan. Proses
pembentukan tanah dikenal sebagai pedogenesis. Proses yang unik ini
membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan
atau disebut sebagai horizon. Setiap horizon dapat menceritakan mengenai
asal dan proses-proses fisika, kimia dan biologi yang telah dilalui
tubuh tanah tersebut.
Interaksi antara faktor-faktor
pembentuk tanah akan menghasilkan tanah dengan sifat-sifat yang berbeda.
Berdasarkan pada faktor pembentuk dan sifat tanah inilah, beberapa ahli
mengklasifikasikan tanah dengan klasifikasi yang berbeda.
Tingkat kategori yang sudah banyak dikembangkan dalam survei dan pemetaan tanah di Indonesia,
yaitu tingkat kategori jenis (great soil group). Klasifikasi
jenis-jenis tanah pada tingkat tersebut sering digunakan untuk
mengelompokkan tanah di Indonesia
· Tanah Organosol atau Tanah Gambut
Tanah jenis ini berasal dari bahan induk organik dari hutan rawa,
mempunyai ciri warna cokelat hingga kehitaman, tekstur debulempung,
tidak berstruktur, konsistensi tidak lekat sampai dengan agak lekat,
dan kandungan unsur hara rendah. Tanah ini terbentuk karena adanya
proses pembusukan dari sisa-sisa tumbuhan rawa. Banyak terdapat di rawa
Sumatra, Kalimantan, dan Papua, kurang baik untuk pertanian maupun perkebunan karena derajat keasaman tinggi.
· Tanah Aluvial
Jenis
tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan. Bahannya berasal
dari material halus yang diendapkan oleh aliran sungai. Oleh karena itu,
tanah jenis ini banyak terdapat di daerah datar sepanjang aliran sungai
· Tanah Regosol
Tanah
ini merupakan endapan abu vulkanik baru yang memiliki butir kasar.
Penyebaran terutama pada daerah lereng gunung api. Tanah ini banyak
terdapat di daerah Sumatra bagian timur dan barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
· Tanah Litosol
Tanah
litosol merupakan jenis tanah berbatu-batu dengan lapisan tanah yang
tidak begitu tebal. Bahannya berasal dari jenis batuan beku yang belum
mengalami proses pelapukan secara sempurna. Jenis tanah ini banyak
ditemukan di lereng gunung dan pegunungan di seluruh Indonesia.
· Tanah Latosol
Latosol
tersebar di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 300 mm/tahun,
dan ketinggian tempat berkisar 300–1.000 meter. Tanah ini terbentuk
dari batuan gunung api kemudian mengalami proses pelapukan lanjut.
· Tanah Grumusol
Jenis
ini berasal dari batu kapur, batuan lempung, tersebar di daerah iklim
subhumid atau subarid, dan curah hujan kurang dari 2.500 mm/tahun.
· Tanah Podsolik
Tanah
ini berasal dari batuan pasir kuarsa, tersebar di daerah beriklim basah
tanpa bulan kering, curah hujan lebih 2.500 mm/ tahun. Tekstur lempung
hingga berpasir, kesuburan rendah hingga sedang, warna merah, dan
kering.
· Tanah Podsol
Jenis
tanah ini berasal dari batuan induk pasir. Penyebaran di daerah
beriklim basah, topografi pegunungan, misalnya di daerah Kalimantan
Tengah, Sumatra Utara, dan Papua Barat. Kesuburan tanah rendah
· Tanah Andosol
Tanah
jenis ini berasal dari bahan induk abu vulkan. Penyebaran di daerah
beriklim sedang dengan curah hujan di atas 2.500 mm/ tahun tanpa bulan
kering. Umumnya dijumpai di daerah lereng atas kerucut vulkan pada
ketinggian di atas 800 meter. Warna tanah jenis ini umumnya cokelat,
abu-abu hingga hitam.
· Tanah Mediteran Merah Kuning
Tanah
jenis ini berasal dari batuan kapur keras (limestone). Penyebaran di
daerah beriklim subhumid, topografi karst dan lereng vulkan dengan
ketinggian di bawah 400 m. Warna tanah cokelat hingga merah. Khusus
tanah mediteran merah kuning di daerah topografi karst disebut ”Terra
Rossa”.
· Hidromorf Kelabu
Jenis
tanah ini perkembangannya lebih dipengaruhi oleh faktor lokal yaitu
topografi yang berupa dataran rendah atau cekungan, hampir selalu
tergenang air, dan warna kelabu hingga kekuningan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar